Penuaan merupakan keadaan kemunduran fisik dan psikologis, hal ini ditandai dengan munculnya penyakit degenerative yang disertai dengan nyeri kronik. Sensasi nyei yang muncul akan menggangu aktivitas sehari-hari dan bahkan dapat mempengaruhi kualitas tidur lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kualitas tidur dengan nyeri kronik di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 343 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner PSQI oleh Buysse et al. Analisa data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kualitas tidur yang buruk yaitu sebanyak 325 (94.8%) responden. Artinya, responden mengalami semua komponen pada kualitas tidur, yaitu kualitas tidur subjektif , latensi tidur, durasi tidur, efisiensi kebiasaan tidur, gangguan tidur, penggunaan obat, dan gangguan atau keluahan saat terbangun. Direkomendasikan kepada perawat gerontik agar dapat memberikan intervensi baik farmakologi dan non farmakologi seperti pemberian relaksasi sebelum tidur dengan melakukan kerjasama pada petugas kesehatan dalam memberikan edukasi dan upaya promitif yang dapat dilakukan di posbindu, kunjungan puskesmas dan rumah sakit dan melibatkan keluarga sebagai support system sehingga di harapkan kualitas tidur mereka membaik.
Copyrights © 2022