Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Vol 34, No 3 (2015): September 2015

POTENSI DAN PROSPEK DAUN ENCOK (Plumbago zeylanica L.) SEBAGAI BAHAN AKTIF PESTISIDA NABATI

Rohimatun Rohimatun (1Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jalan Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111, Indonesia Telp. (0251) 8321879, Faks. (0251) 8327010)
Wiratno Wiratno (1Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Jalan Tentara Pelajar No. 3, Bogor 16111, Indonesia Telp. (0251) 8321879, Faks. (0251) 8327010)



Article Info

Publish Date
14 Jan 2016

Abstract

Daun encok (Plumbago zeylanica L.) merupakan tanaman obatyang juga dapat digunakan sebagai bahan aktif pestisida nabati.Plumbagin merupakan salah satu senyawa sekunder penting yangterkandung dalam tanaman ini dan dapat digunakan sebagai bahanaktif insektisida (Brontispa longgissima), akarisida (Amblyommavariegatum), leismanisida (Tripanosoma protozoa dan Leishmaniadonovani), nematisida (Aphelenchoides besseyi dan Meloidogyneincognita), fungisida (Aspergillus sp. dan Fusarium sp.), danbakterisida (Staphylococcus, Streptococcus, Pneumococcus spp.,Salmonella dan lainnya). Keefektifan senyawa sekunder daun encoksebagai bahan aktif pestisida nabati belum dipahami secara lengkapsehingga perlu diteliti agar dapat menjadi acuan bagi peneliti danpetani pengguna. Pemanfaatan daun encok sebagai bahan bakupestisida nabati diharapkan dapat menekan penggunaan pestisidakimia sintetis yang cenderung berlebihan sekaligus menciptakankeseimbangan ekologi secara berkelanjutan. Tanaman daun encokdapat diperbanyak dengan menggunakan setek dan kultur jaringan.Pemanfaatan bahan nabati, khususnya daun encok, sebagai pestisidanabati akan mengurangi ketergantungan petani pada bahan kimiasintetis sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih berdayasaing, ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JPPP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Decision Sciences, Operations Research & Management

Description

Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian terbit empat kali per tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jurnal ini memuat artikel tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, ...