Jurnal Penelitian Tanaman Industri
Vol 12, No 4 (2006): DESEMBER 2006

ANALISIS MUTU, PRODUKTIVITAS, KEBERLANJUTAN DAN ARAHAN PENGEMBANGAN USAHATANI TEMBAKAU DI KABUPATEN TEMANGGUNG, JAWA TENGAH

MAMAT H.S (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Jalan Tentara Pelajar No. 1, Bogor)
S.R.P. SITORUS SITORUS (Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor)
H. HARDJOMIDJOJO H. HARDJOMIDJOJO (Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor)
A.K. SETA A.K. SETA (Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor)



Article Info

Publish Date
25 Jun 2020

Abstract

ABSTRAKTembakau Temanggung merupakan komoditas penting bahan bakuindustri rokok kretek, sumber pendapatan petani dan PAD KabupatenTemanggung. Selain itu, tembakau juga menjadi pemicu pertumbuhankegiatan ekonomi lainnya yang terkait dengan usahatani, sepertitransportasi, penyediaan sarana produksi pertanian serta penyediaanlapangan kerja. Usahatani tembakau Temanggung menghadapi 3 (tiga)masalah utama, yaitu: sifat tembakau Temanggung yang tergolong fancyproduct, struktur pasar yang monopsonistik dan kondisi lahan usahataniyang beragam (beragam menurut elevasi, arah lereng dan tingkatkemiringan lereng). Kondisi lahan tersebut mengakibatkan mutu tembakaumenjadi beragam, dan cenderung menurun bahkan mengancam keber-lanjutan usahatani tembakau. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari2004 - Maret 2005 di sentra produksi tembakau Temanggung, yangmemiliki beberapa perbedaan berdasarkan elevasi, arah lereng dan tingkatkemiringan. Untuk mengetahui ragam mutu dan produktivitas dianalisisdengan sidik ragam. Untuk mengetahui pengaruh elevasi, arah dankemiringan  lereng  digunakan  analisis  regresi  berganda.  Dalammenganalisis keberlanjutan usahatani, digunakan multi atribut non-parametrik yang diolah dengan multidimentional scaling (MDS). Mutu danproduktivitas tembakau Temanggung cukup beragam. Elevasi dan arahlereng (slope aspect) merupakan faktor utama yang mempengaruhi mutudan produktivitas tembakau Temanggung. Mutu tembakau yang ditanampada lahan berelevasi di atas 1.000 m dpl, nyata lebih baik dibandingkandengan mutu tembakau yang ditanam pada lahan yang berelevasi kurangdari 1.000 m dpl. Produktivitas tembakau yang ditanam pada lahan arahlereng ke timur nyata lebih tinggi dibandingkan dengan produktivitastembakau pada lahan arah lereng ke timur laut dan utara. Tingkatkemiringan lereng tidak berpengaruh terhadap mutu maupun produktivitastembakau. Indeks keberlanjutan usahatani tembakau Temanggung,termasuk kedalam kategori cukup (IKb = 55,53 pada skala keberlanjutan 0– 100).Kata kunci : Tembakau, Nicotiana tabacum L., tembakau Temanggung,mutu, produktivitas, indeks keberlanjutan, usahatani, JawaTengahABSTRACTAnalysis of quality, productivity and sustainability anddevelopment direction of tobacco farming in TemanggungDistrict, Central JavaTemanggung tobacco is an important commodity for cigaretteindustry, farmers’ income and product domestic regional brutto (PDRB)of Temanggung District. Tobacco stimulates economy activities, so that itcan grow other bussiness activities, such as transportation, agroproductand employment availability. Uncontrolled cultivation intensity andmarket structure monopsonistic resulted in weak bargaining position offarmer in marketing tobacco. Tobacco is a fancy product, it means that itsmarketing and transaction are very determined by quality. Theseconditions affected the sustainability of tobacco farm. This research wascarried out from January 2004 to March 2005 in the center of Temanggungtobacco production, which varies in terms of elevation, slope aspect andtopography. Temanggung tobacco varies in terms of quality andproductivity. Elevation and slope aspect were the primary factorsinfluencing tobacco productivity and quality. The quality of tobaccoplanted at farmer location at the elevation more than 1.000 m above sealevel (asl) with slope facing east, was significantly better than the qualityof tobacco planted at the elevation less than 1.000 m asl with slope facingnorth-east and north. The tobacco productivity planted on the slope facingeast differed significantly with the tobacco productivity planted on north-east and north slope facing. The slope did not significantly influencetobacco quality and productivity. Sustainability index of tobacco farmbelongs to enough category (IKb = 55.53 at scale of sustainability 0 –100).Key words : Nicotiana tabacum L. Temanggung tobacco, quality,productivity, sustainability index, farming system, CentralJava

Copyrights © 2006






Journal Info

Abbrev

JPTIP

Publisher

Subject

Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Jurnal Penelitian Tanaman Industri merupakan publikasi ilmiah primer yang memuat hasil penelitian primer komoditas perkebunan yang belum dimuat pada media apapun, diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, DIPA 2011 terbit empat kali ...