Di Indonesia, sekolah-sekolah senantiasa berusaha meningkatkan mutu pendidikan yang ada dengan menciptakan sistem pendidikan terbaik bagi para siswanya. Terdapat berbagai sekolah unggulan yang memiliki prestasi akademis maupun non-akademis yang menonjol dalam skala nasional maupun internasional. Namun, siswa di sekolah unggulan juga tidak luput sebagai kelompok yang rentan untuk mengalami gangguan mental emosional seperti stres, depresi, kecemasan, atau gejala somatik. Oleh karena itu, penelitian dilakukan berupa desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire untuk mengetahui skor masalah emosi dan perilaku pada siswa di sekolah unggulan. Berdasarkan hasil penelitian dari kuesioner yang disebarkan diperoleh data 68 responden siswa SMA Negeri 78 Jakarta yang merupakan salah satu sekolah unggulan, terdapat 28 responden (41%) yang memiliki skor kesulitan di atas batas normal, dimana berarti skor mental emosional serta perilakunya berada dalam kategori borderline (skor perbatasan) dan abnormal (skor tinggi). Hal ini tidak lepas dari adanya peran orangtua, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh penghasilan keluarga, status perkawinan orangtua, pola asuh orangtua, urutan kelahiran anak, bullying di sekolah, prestasi yang diraih, jarak sekolah, durasi penggunaan media sosial setiap harinya, serta kendala online learning selama pandemi. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosi, dan perilaku siswa, tak terkecuali di sekolah unggulan.
Copyrights © 2021