Katarak merupakan penyebab utama kebutaan secara global. Operasi fakoemulsifikasi dengan pemasangan lensa intraokular (LIO) berperan untuk memperbaiki tajam penglihatan. Uji sensitivitas kontras adalah salah satu uji yang dapat dilakukan untuk menilai kualitas penglihatan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji sensitivitas kontras pada pasien pasca fakoemulsifikasi dengan pemasangan LIO aspherik monofokal hidrofobik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional dengan non-probabliity sampling. Sebanyak 50 subjek berpartisipasi dalam studi, yang kesemuanya adalah pasien pada RS FMC periode Desember 2018 sampai Januari 2019. Uji sensitivitas kontras dilakukan menggunakan alat Vistech VCTS 6500 Chart. Nilai rata-rata uji sensitivitas kontras pada 50 sampel mata lebih tinggi dari nilai maksimum alat Vistech 6500 pada baris 1,5 cpd dan baris 3 cpd tetapi mengalami penurunan pada baris 6, 12 dan baris 18 cpd. Hasil uji sensitivitas kontras berdasarkan usia menunjukkan nilai rata-rata uji sensitivitas kontras lebih baik pada kelompok usia pertengahan (45-59 tahun) dibanding kelompok usia lanjut (60-74 tahun) dan kelompok lansia tua (75-90 tahun). Teknologi LIO perlu dikembangkan lagi di masa yang akan datang untuk meningkatkan sensitivitas kontras terutama untuk kelompok lansia tua.
Copyrights © 2021