Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk dapat memberikan anjuran rejimen yang memiliki angka keberhasilan tinggi dalam pengobatan tuberkulosis (TB) dengan komorbid diabetes melitus yang dinyatakan sembuh setelah pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Penulis melakukan penelusuran artikel dengan google cendekia (google scholar) dan pubmed menggunakan kata kunci TB-DM dan keberhasilan pengobatan TB-DM. Pada tinjauan pustaka ini, kasus TB paru baru didiagnosis berdasarkan pemeriksaan bakteriologis dan terdiagnosis klinis. Pengobatan TB dinyatakan berhasil bila dinyatakan sembuh dan melakukan pengobatan OAT lengkap. Kasus TB paru resisten dan TB ekstra paru tidak dimasukkan dalam tinjauan pustaka ini. Hasil tinjauan pustaka ini menunjukkan pengobatan pada TB-DM berpotensi menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan pengobatan untuk mencapai sasaran terapi. Perlu diperhatikan adanya interaksi antara OAT dengan obat antidiabetik oral. Berdasarkan anjuran dari PERKENI serta penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya, rejimen terapi DM yang dianjurkan sebagai pilihan utama dalam pengobatan pada pasien TB-DM adalah insulin. Insulin bersifat anti-inflamasi, cepat mengendalikan kadar gula darah, dan menurunkan kerentanan terhadap infeksi sehingga kesembuhan TB menjadi lebih cepat serta terhindar dari infeksi sekunder.
Copyrights © 2021