Madu merupakan salah satu komoditas hasil hutan bukan kayu unggulan yang banyak diproduksidi Kabupaten Tanah Laut. UMKM Madu Wana Lestari menjadi salah satu UMKM penghasil madu murni yang berdiri sejak tahun 2009 yang berlokasi di Desa Telaga Langsat Kecamatan Takisung. Madu Wana Lestari mencoba menyajikan kepada konsumen penikmat madu dengan kemasan sasetyang lebih praktis. Atribut yang digunakan dalam menentukan preferensi konsumen ini adalah berdasarkan takaran, warna kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi konsumen berdasarkan atribut dan level. Analisis data menggunakan analisis Konjoin Metode analisis Konjoin Kombinasi atribut yang digunakan adalah sebanyak 9 yang merupakan kombinasi 3 atribut dan 3 level. Kombinasi tersebut diolah dalam bentuk kemasan saset yang memuat atribut dan level atribut berturut-turut sebagai berikut yaitu harga, takaran penyajian dan warna kemasan dengan level harga Rp 2000, Rp 2500, Rp 3000, untuk level takaran penyajian terdiri dari 10 ml, 15 ml dan 30 ml serta untuk level warna kemasan terdiri dari warna merah, kuning dan hiijau. Dari nilai utilitas harga terlihat harga yang paling diminati adalah Rp 2000 dengan nilai utilitas (-0.996), nilai utilitas kemasan yang paling diminati adalah merah (-0.201) dan untuk takaran yang paling diminati berdasarkan nilai utilitas adalah 30 ml (-0.208) Dari ketiga atribut yaitu takaran, harga, dan warna kemasan, harga mempunyai tingkat kepentingan tertinggi dari responden (48.18%) kemudian kemasan (27.42%) dan takaran penyajian (24.39%) secara berrturut-turut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah preferensi konsumen utama yang akan mempengaruhi konsumen adalah madu yang takaran penyajiannya lebih banyak dengan harga yang lebih murah dengan kemasan saset.
Copyrights © 2024