Jumlah penduduk Povinsi Jawa Tengah mengalami peningkatan. Data Sensus Penduduk2020 berjumlah 36,52 juta jiwa, jumlah tersebut mengalami penambahan sekitar 4,1 juta jiwaberdasarkan SP 2010. Upaya menekan peningkatan jumlah penduduk dengan program keluargaberencana dan kesehatan reproduksi. Persoalannya belum sepenuhnya pasangan usia subur mengikutiprogram keluarga berencana, terlihat masih tingginya peserta KB yang putus pakai. Penelitian inimenggunakan pendekatan kuantitatif. Unit analisis wanita usia subur usia 15-49 tahun sudahmenikah. Pengambilan sampel secara systematic random sampling pada rumah tangga terpilihselanjutnya wanita usia subur yang ada pada rumah tangga terpilih menjadi sampel dalam penelitianini. Jumlah sampel sebanyak 461 orang. Analisis data secara univariat dan bivariate menggunakan ujistatistik chi square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasilnya karakteristik wanita kawin yang putuspakai alat kontrasepsi berumur > 35 tahun, mereka menikah pada usia diatas 20 tahun, memiliki anak ≤ 2 anak hidup, dari disisi pelayanan KB sebelum pelayanan mereka tidak mendapatkan konselingtentang efek samping /masalah yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi serta tindakanyang harus dilakukan ketika mengalami efek samping, dan ketika ada keluhan mereka tidak memilikiasuransi yang bisa menjamin dalam pembiayaan. Selain itu secara finansial mereka merupakan wanitayang tidak bekerja, pendidikan rendah dan tinggal di perdesaan. Faktor-faktor yang berhubungandengan putus pakaialat kontrasepsi antara lain umur, jumlah anak masih hidup, konseling tentangefek samping/masalah yang mungkin timbul dari penggunaan alat kontrasepsi dan tindakan yangharus dilakukan ketika mengalami efek samping/masalah yang mungkin timbul dengan penggunaankontrasepsi. Kata Kunci : Putus Pakai, Alat Kontrasepsi, Wanita Usia Subur, SKAP
Copyrights © 2021