Kebesaran Islam di Jawa Barat tak lepas dari peranan Sunan Gunung Djati yang mendirikanKesultanan Cirebon. Magersari merupakan kawasan permukiman heritage yang sejak dahuludiperuntukan sebagai hunian bagi abdi dalem (orang yang bekerja di Keraton). Sebagai kawasanheritage, permukiman Magersari tentulah memiliki kekayaan nilai budaya yang terlihat secaralangsung seperti fisik bangunan, maupun secara eksplisit melalui pola prilaku dan pola interaksimasyarakatnya. Saat ini pemukim Magersari telah bercampur dengan masyarakat yang bukanberperan sebagai abdi dalem. Berdasarkan fenomena tersebut maka relasi social antar anggotamasyarakat Magersari menjadi menarik karena eksistensi Raja masih ada di Keraton Kasepuhan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan identifikasi Relasi social pemukim.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumbulan data dilakukan melalui observasi lapangan dansurvey selama dua minggu, mewawancara penduduk, serta merekam secara visual. Setelah serangkaianupaya pencarian data dan analisa yang dilakukan dengan cara deskriptif-kualitatif berdasarkan hasiltemuan empiris, didapatkan hasil ada relasi yang guyub antar sesama pemukim. Hubungan antrapihak pemukim dengan pihak keraton juga terjalin kental terutama karena adanya tradisi yangmengikat. Kata Kunci : Magersari-Kasepuhan, Relasi Sosial, Kawasan-Heritage.
Copyrights © 2021