Banyaknya bangunan masjid yang arah kiblatnya perlu dicek ulang menjadi bukti bahwa permasalahan terkait arah kiblat masjid maupun mushala di beberapa daerah seperti di Desa Gejligdan Kajen yang tercatat terdapat 66 masjid dan 104 musala. Sehingga, perlu dilakukan verifikasiarah kiblat. Metode yang digunakan antara lain: persiapan, sosialisasi program dampingan, pendampingan pengukuran arah kiblat dan sosialisasi hasil pengukuran arah kiblat. Hasil yang diperoleh semua masjid dan musala subjek dampingan telah divalidasi arah kiblatnya. Kemelencenganarah kiblat terbesar 14° 7’ 49.73” kurang ke Utara dan terkecil 8° 48’ 24.45” kurang ke Utara.Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya akurasi arah kiblat setelah adanya program pengabdian ini ditunjukkan dengan dukungan pengecekan arah kiblat masjid dan musalamereka. Awalnya pemahaman masyarakat minim tentang pentingnya akurasi arah kiblat karenahanya 1 musala yang pengurusnya sadar tentang pentingnya hal tersebut. Sedangkan masjid danmusala lainnya, sebelum program pengabdian tidak mempermasalahkan akurasi arah kiblat danmeyakini arah kiblat yang telah ditentukan sejak masjid dan musalanya berdiri.
Copyrights © 2023