Salah satu perencanaan yang dibuat manajemen adalah perencanaan laba. UD. Bintang Timur Ambonmerupakan salah satu usaha kecil di kota Ambon yang menjadi perhatian khusus penulis sebagai subjekPenelitian karena belum menjalani analisis BEP untuk analisis perencanaan laba. Berdasarkanpermasalahan maka penulis tertarik untuk meneliti tentang analisis Break Even Point sebagai alat bantuperencanaan laba pada produk minyak kayu putih (Studi Kasus pada UD. Bintang Timur Ambon) dengantujuan untuk menganalisis titik Break Even Point dan perencanaan laba pada UD. Bintang Timur Ambonpada periode tahun 2020 dari bulan Juli sampai Desember serta menganalisis maksimal penurunanpenjualan dapat terjadi agar perusahaan tetap aman. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Break EvenPoint atau titik impas untuk tahun 2020 pada produk minyak kayu putih ukuran 150ml, 300ml dan 600mlberturut-turut sebesar Rp. 1.860.000 dengan unit terjual 31 unit, Rp. 2.304.000 dengan unit terjual 19 unitdan Rp. 2.335.000 dengan total unit terjual 9 unit. Analisa margin of safety menunjukan bahwa ketikamengalami penurunan sebesar 93% atau Rp. 24.775.200 untuk 150ml, 85% atau Rp. 13.872.000 untuk300ml dan 80% atau Rp. 9.600.000 untuk 600ml, maka UD. Bintang Timur Ambon akan mengalamikerugian.
Copyrights © 2022