Artikel ini bertujuan untuk menguraikan investigasi metodologis tentang kritik terhadap pandangan sejarawan. Artikel ini juga mendeskripsikan perbedaan-perbedaan penting antara mereka dan para cendekiawan, karena keduanya sering memiliki pandangan dunia yang berbeda. Melalui studi deskriptif-analitik, penulis sampai pada kesimpulan bahwa setidaknya ada dua metode dalam perspektif sejarawan yang [1] kritis dalam menganalisis sahabat Nabi dan [2] kritis terhadap isi (matn). Dengan menggeser kerangka paradigma, ini menunjukkan bahwa keduanya tidak boleh ditolak. Kedua perspektif harus digunakan sebagai metode untuk mengembangkan tradisi kritik, meskipun pada beberapa titik, mereka harus dipertimbangkan secara kritis. Di sisi lain, perspektif sejarawan mungkin berguna untuk mendorong kelemahan yang telah ada dalam sains konvensional
Copyrights © 2017