Komunikasi Pariwisata merupakan proses penyampaian pesan informasi wisata dari pengelola wisata kepada wisatawan baik berupa pesan verbal maupun pesan non verbal. Komunikasi pariwisata yang didasarkan oleh praktek moderasi beragama terjadi di Desa Wisata Sade dengan mengkonsepkan produk wisata berupa kekayaan budaya dan tradisi Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan model komunikasi pariwisata berbasis moderasi beragama di Desa Wisata Sade Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan kualitatif exploratif, dengan seumber data primer yakni pengelola wisata Desa Wisata Sade, wisatawan, dan cagar budaya dan tradisi Sade. Data sekunder berupa dokumen dan pustaka penunjang analisis data pada penelitian ini. Hasil penelitian model komunikasi yang terjadi pada komunikasi pariwisata di Desa Wisata Sade Lombok Tengah yakni merujuk pada model komunikasi berlo (model komunikasi SMCR) dengan empat indikator moderasi beragama yakni: komitmen kebangsaan (penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional oleh pengelola wisata dengan wisatawan), Toleransi (sikap saling menghormati dan menghargai pengelola wisata dan wisatawan), penerimaan terhadap tradisi (Budaya dan tradisi yang menjadi produk wisata), anti kekerasan (etika komunikasi yang baik pengelola wisata kepada wisatawan).
Copyrights © 2024