Makanan adalah identitas setiap suku, dengan pelestarian makanan suku adalah upaya untuk melestarikan budaya suku tersebut. Namun, makanan lokal Sasak-Lombok saat ini diperhadapkan dengan krisis identitas karena gencarnya arus globalisasi dengan segala perangkatnya, salah satunya adalah makanan global yang mempengaruhi makanan lokal baik dari aspek kearifan maupun aspek peminatnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis keragaman budaya makanan Sasak-Lombok, baik dari aspek rasa, ragam, dan sejarahnya. Selain itu, untuk menganalisis upaya pelestarian makanan Sasak-lombok di tengah perkembangan industri pariwisata, digitalisasi, dengan segala dinamikanya.. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini adalah suku Sasak-Lombok memiliki keragaman makanan yang terdiri dari makanan pokok (beras, jagung, ubi-ubian), lauk pauk (daging, ikan, sayuran), dan minuman tradisional (buah-buahan, tuak, dan minuman dari olah sayuran lainnya). Upaya untuk pelestarian makanan sasak-lombok adalah dengan penyediaan SDM, kebijakan, perencanaan, promosi dan pemasaran. Beragam strategi ini dapat terwujud jika semuah komponen bergerak bersama untuk melestarikan dan mengembangkan makanan Sasak-Lombok.
Copyrights © 2024