Untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menanggulangi isu pemnasan global pada bumi kita maka energi surya atau matahari adalah pilihan sumber energi terbarukan yang bisa menjadi solusi. Pemerintah Indonesia telah mengusahakan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melalui berbagai kebijakan. Saat ini seluruh kalangan pelanggan PLN boleh memasang PLTS atap. Sebelum memasang PLTS atap pasti muncul pertanyaan seberapa hemat tagihan listrik jika kebutuhan listrik ditanggung sebagiannya oleh PLTS atap atau seberapa efisien pemasangan PLTS atap untuk memenuhi kebutuhan harian listrik. Dalam artikel ini akan dibahas suatu studi kasus menganai perbandingan kebutuhan listrik harian suatu rumah dengan daya listrik yang dibangkitkan oleh PLTS atap. Studi kasus dilakukan di perumahan dengan kapasitas daya terpasang 1300 VA di Cilacap. Perhitungan dilakukan dengan simulasi menggunakan software SolarGIS dan PVSpot. Sistem PLTS atap yang diinstall adalah sebesar 1 Kwp untuk asumsi kebutuhan listrik 9,5 kW/hari. Hasil penelitian menunjukkan energi keluaran rerata bulanan dari sistem PLTS yang terpasang adalah sebesar 124 kWh dan dapat memenuhi sekitar 42% kebutuhan listrik satu rumah yang disimulasikan.
Copyrights © 2022