Kota Semarang dengan jumlah penduduk yang besar yaitu 1,6 juta jiwa memerlukan bahan pangan beragam untuk memenuhi kebutuhan yang tetap dan supply bahan pangan dari kabupaten sekitar terbatas. Kota Semarang bukan penghasil bahan pangan dengan rata-rata produksi hanya memenuhi 12-15% kebutuhan terutama beras, telur, ikan dan sayur mayur serta umbi-umbian. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebijakan peningkatan ketahanan pangan dan mengatasi kerentanan pangan bagi kelompok miskin dan rentan serta pemenuhan gizi bagi Balita dan penduduk lanjut usia. Kebijakan peningkatan ketahanan pangan menjadi langkah strategis bagi pembangunan pangan di Kota Semarang. Kebijakan ini memerlukan dukungan dan langkah bergerak bersama pemangku kepentingan pembangunan sebagaimana dinyatakan dalam kebijakan konsumsi pangan secara efisien (pangan cerdas) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Semarang yang baru.
Copyrights © 2021