Kelapa sawit merupakan tanaman yang tumbuh baik pada kawasan tropis dengn curah hujan tahunan 2.500-3.000 mm dan suhu yang sesui antara 25-27°C. Mendapatkan benih kelapa sawit yang berkualitas memerlukan perawatan yang tepat. Permasalahan dalam penyiraman bibit kelapa sawit, hingga saat ini, masih dilakukan dengan bantuan manusia, tanpa memperhatikan kadar air yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan petani dalam melakukan penyiraman bibit kelapa sawit, khususnya dalam pemberian air agar sesui kebutuhan bibit kelapa sawit. Kemajuan teknologi yang semakin canggih memungkinkan pemantauan penyiraman otomatis dapat dilakukan melalui website. Sistem ini menggunakan dua buah sensor yaitu sensor kelembaban tanah dan sensor suhu yang digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembaban tanah serta output yang dihasilkan durasi penyiraman pada tanaman kelapa sawit. Demi mendapatkan data yang akurat penulis menggunakan metode perhitungan fuzzy sugeno untuk memproses nilai input dan output agar sesui dengan kebutuhan bibit kelapa sawit. Hasil dari pengujian selama 5 hari mendapatkan rata-rata suhu sebesar 26,22 derajat, kelembapan tanah 39,90 % sedangkan waktu penyiraman sebesar 21,48 detik. Sedangkan rata rata error dari pengujian sistem dengan MALAB sebesar 6,542%.
Copyrights © 2023