Economic activities that are inseparable from daily life, and the development of the times, often form ethical changes in their realization. Luckily, Islamic economics has been echoed in the last few decades, with the hope that economic activities will remain in accordance with Islamic law. Production is one form of economic activity that easily slips from ethics according to Islamic law. This is where axiology which is a branch of philosophy plays a role in controlling the quality of production so that its usefulness value is maintained. The research method used here is a literature review. The results show that production ethics in Islam is viewed from the axiology of philosophy, that production activities in Islam have ethics according to sharia that must be fulfilled, and in accordance with agreed rules, and of course they must be fair. So that production activities can be said to be in accordance with sharia if ethics according to sharia are carried out comprehensively. ABSTRAKKegiatan ekonomi yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, dan perkembangan zaman, seringkali membentuk perubahan etika dalam realisasinya. Beruntung, ekonomi syariah telah digaungkan dalam beberapa dekade terakhir, dengan harapan kegiatan ekonomi tetap sesuai dengan syariat Islam. Produksi merupakan salah satu bentuk dari kegiatan ekonomi yang mudah tergelincir dari etika yang sesuai syariat Islam. Disinilah aksiologi yang merupakan cabang ilmu filsafat turut berperan serta dalam mengontrol kualitas produksi agar tetap terjaga nilai kebermanfaatannya. Metode penelitian yang digunakan disini adalah kajian pustaka. Didapatkan hasil bahwa etika produksi dalam Islam dintinjau dari aksiologi filsafat, bahwa kegiatan produksi dalam Islam memiliki etika sesuai syariah yang harus dipenuhi, dan sesuai dengan aturan-aturan yang telah disepakati, dan tentunya harus adil. Sehingga kegiatan produksi dapat dikatakan sesuai syariah jika etika sesuai syariah dilaksanakan secara komprehensif.
Copyrights © 2023