Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompleksitas tata kelola pemerintahan desa di Desa Juanga, dengan fokus pada konsepsi pseudo otonomi desa yang terjadi akibat mekanisme APBDes yang bersifat top down dan minimnya pemanfaatan kewenangan otonomi desa. Metode penelitian dilakukan melalui analisis kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa intervensi eksternal dari pranata kekuasaan di atasnya dan ketidakmaksimalan pemanfaatan kewenangan desa telah mereduksi substansi otonomi desa. Rekomendasi penelitian ini menggarisbawahi perlunya tindakan proaktif untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembentukan kebijakan desa guna memastikan pengembangan otonomi desa yang autentik dan berkelanjutan. Selain itu, diperlukan juga adanya upaya konkret untuk merombak mekanisme penyusunan APBDes agar lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan lokal, serta mengurangi intervensi eksternal yang dapat mengaburkan kewenangan desa dalam menentukan prioritas pembangunan. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat membantu Desa Juanga mencapai visi otonomi desa yang sejati, di mana masyarakat dapat terlibat secara aktif dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan dan pengelolaan sumber daya lokal.
Copyrights © 2024