Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab perilaku sayembara Rachel Vennya di Instagram termasuk ke dalam pelanggaran privasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data deskriptif. Hasi penelitian menemukan bahwa teori positivisme Auguste Comte pada kasus sayembara pencarian data oleh Rachel Vennya dapat disimpulkan telah terjadi pelanggaran privasi. Dalam pembahasan, ditemukan data empiris yang faktual, konkrit, dan sesuai dengan kenyataan bahwa terjadi proses penyebaran data. Rachel Vennya pun mengakui bahwa perbuatannya ini tidak tepat, karena berujung doxing dan ia menyadari bahwa terlalu arogan dan menggunakan social power yang ia miliki. Walaupun pada akhirnya Rachel membatalkan sayembara yang ia buat karena menyadari hal tersebut tindakan yang kurang tepat, akan tetapi pelanggaran privasi sudah terlanjur terjadi. Hal ini disimpulkan berdasarkan fakta yang berjalan sesuai dengan kenyataan bahwa sudah banyak pengikut yang mengirimkan data pribadi Fathin, sehingga telah terjadi penyebarluasan data pribadi seseorang.
Copyrights © 2021