Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan fact checking hoax pada diri mahasiswa dengan kekritisan dalam keilmuan dalam sudut pandangan Karl Popper. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus diartikan sebagai proses penyelidikan atau pemeriksaan secara mendalam, terperinci, dan detail pada suatu peristiwa khusus yang terjadi. Hasil penelitian menemukan bahwa teori ilmiah dan ilmu pengetahuan merupakan sebuah hipotesis dan bersifat conjectural yang tidak dapat tereduksi. Falsifikasi dilakukan setelah fact checking. Hal tersebut diproses dengan mengecek kebenaran dari fakta baik berupa teks berita atau peristiwa yang terjadi. Setelah dicek, maka falsifikasi dilakukan. Hal tersebut diproses dengan mengecek kebenaran dari fakta baik berupa teks berita atau peristiwa yang terjadi. Setelah dicek, maka falsifikasi dilakukan. Pemahaman semacam ini sangat relevan jika digunakan untuk menghadapi maraknya kasus hoax belakangan ini. Upaya mengaplikasikan falsifikasi dalam menghadapi penyebaran hoax. Mahasiswa yang telah dibekali intelektual yang tinggi diharapkan mampu menghadapi maraknya berita hoax dengan fact checking dan falsifikasi.
Copyrights © 2021