Belis merupakan satu fenomena sosaial budaya yang lazim terjadi di setiap daerah. Belis merupakan pemberian mas kawin yang dilakukan oleh pihak lelaki kepada pihak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dampak belis terhadap emansipasi perempuan yang terjadi pada masyarakat dusun Kloang Bolat Desa Geliting kabupaten Sikka, Flores Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menemukan satu tatanan nilai positif terhadap tradisi belis yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Umumnya feonemena belis dilihat sebagai beban bagi kaum lelaki. Lantas dalam penelitian ini ditemukan bahwa proses belis merupakan sebuah tradisi yang mengangkat harkat dan martabat manusia baik laki-laki dan perempuan. Belis dinilai sebagai model penghargaan terhadap martabat perempuan. Ada rasa persatuan dan persaudaraan yang tinggi lewat hubungan timbal balik dari kedua keluarga besar baik dari pihak lelaki maupun perempuan. Posisi perempuan menjadi sama di hadapan kaum lelaki. Hal ini ditemukan dari beberapa informan yang sebagai narasumber yang mengakui kebiasaan dan tradisi belis sejatinya mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan utnuk untuk memperoleh hak dan kewajiban yang sama di masyarakat.
Copyrights © 2023