Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan urgensi dari teori falsifikasi bagi guru untuk menanggapi berita hoaks di media sosial. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Hasil penelitian menemukan bahwa pertama berita hoaks terjadi karena kemajuan teknologi ini yang membuat warga negara mendapatkan informasi di media sosial. Kedua yaitu tentang urgensi teori falsifikasi Karl Popper dalam menanggapi berita hoaks. Guru, jika mendapatkan berita yang belum jelas asalnya dan belum terbukti kebenarannya, kemudian dia mencari kebenaran tersebut dengan cara verifikasi itu sebenarnya kebenaran yang dicari belum bisa dikatakan kebenaran mutlak karena kebenaran tersebut hanya berupa keyakinan yang memadai yang menganggap bahwa berita itu benar. Ketiga, keunggulan falsifikasi Karl Popper jika digunakan guru untuk menanggapi berita hoaks, maka dapat sangat membantu guru untuk menanggapi suatu berita yang belum jelas akan kebenarannya. Teori falsifikasi menjelaskan kebenaran proposisi suatu ilmu yang ada tidak dapat sepenuhnya ditentukan melalui uji verifikasi, tetapi melalui upaya penyangkalan atas kebenarannya dengan berbagai percobaan yang sistematis.
Copyrights © 2023