Stroke merupakan salah satu jenis penyakit penyebab kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh tersumbatnya pembuluh darah serta akumulasi dari faktor resiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Salah satu masalah yang timbul adalah melemahnya kekuatan otot pada ekstermitas dan menghambat aktivitas dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan penulis di ruang Mawar RSUD dr. R.C Hillers Maumere didapatkan dapatkan data stroke non hemoragik selama 3 bulan terakhir sebanyak 20 kasus. Stroke termasuk dalam kategori penyakit yang cukup tinggi setelah CKD dan Anemia Gravis. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pemberian rubber ball grip therapy dengan tujuan untuk mengembangkan, memelihara, dan memulihkan dengan latihan motorik. Latihan yang dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang-ulang dapat menimbulkan hipertrofi otot yang mengembalikan fungsi motorik pasien pasca stroke. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan study kasus. Tujuan penerapan ini adalah untuk mengetahui efektifitas rubber ball grip therapy pada pasien stroke. Berdasarkan hasil penerapan yang sudah dilakukan setelah diberi rubber ball grip therapy, terjadi peningkatan skala kekuatan otot dari skala 1 menjadi skala 3. Kesimpulan rubber ball grip therapy efektif meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke bila dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang-ulang. Diharapkan rubber ball grip therapy dapat dijadikan intervensi mandiri keperawatan dalam mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot pasien stroke.
Copyrights © 2024