Asfiksia Neonatorum merupakan adanya imaturitas organ pernafasan yang mengakibatkan gangguan pernafasan pada bayi yang sering terjadi pada bayi premature. Asfiksia terjadi ketika bayi tidak mendapat cukup oksigen selama proses kelahiran. Hal ini akan menyebabkan hipoksia (penurunan suplai oksigen ke otak dan jaringan) dan kerusakan otak atau mungkin kematian jika tidak dikelola dengan benar. Kondisi ini akan memberikan suatu gejala seperti sesak napas. Dampak dari asfiksia neonatorum akan bertambah buruk jika tidak ditangani dengan benar akan menyebabkan hipoksia dan kerusakan otak bahkan kematian, dimana hipoksia merupakan kondisi yang terjadi ketika bayi tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup sebelum, selama, atau setelah dilahirkan. Sehingga diperlukan intervensi untuk meningkatkan saturasi oksigen dengan memberikan posisi pronasi kepada bayi prematur. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh posisi pronasi terhadap saturasi oksigen bayi lahir prematur. Metode yang digunakan adalah dengan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dan format pengkajian keperawatan pada bayi baru lahir. Setelah dilakukan penerapan inovasi pemberian posisi pronasi selama 3 x24 jam dapat meningkatkan dan menstabilkan saturasi oksigen dimana saturasi oksigen 82% menjadi 98%. Ada pengaruh pemberian posisi pronasi terhadap saturasi oksigenasi pada bayi baru lahir dengan asfiksia neonatorum.
Copyrights © 2024