Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan hasil belajar siswa kelas IV SDN 007 Tambusai Utara. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran belum mampu meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran. Untuk itu diterapkan model pembelajaran Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar materi penaksiran hasil dari penjumlahan bilangan pecahan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together siswa kelas IV SDN 007 Tambusai Utara. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan November 2022. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang berjumlah 10 orang dengan jumlah laki-laki 3 orang dan perempuan berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi dan tes. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan hasil belajar materi penaksiran hasil dari penjumlahan bilangan pecahan siswa kelas IV SDN 007 Tambusai Utara dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada siklus I tergolong tinggi dengan rata-rata 72,39. Selanjutnya dari 10 orang siswa hanya 7 orang yang tuntas dengan ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus II tinggi dengan rata-rata 79,99 dari 10 orang siswa terdapat 10 orang yang tuntas belajar dengan ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan hasil belajar materi penaksiran hasil penjumlahan bilangan pecahan kelas IV SDN 007 Tambusai Utara.
Copyrights © 2024