Latar belakang: Litium masih direkomendasikan sebagai pengobatan awal untuk fase manik gangguan bipolar, dengan terapi kombinasi yang disediakan untuk kasus-kasus berat atau sebagai pilihan berikutnya. Tetapi beberapa pengobatan alternatif telah diperkenalkan dalam guideline beberapa tahun terakhir, seperti obat antipsikotik atipikal dan antikonvulsan untuk terapi bipolar. Masih sedikit yang diketahui tentang bagaimana perubahan ini telah mengubah pola pemberian terapi terhadap pasien bipolar.Tujuan: untuk mengetahui gambaran penggunaan mood stabilizer pada pasien gangguan bipolar di Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan.Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medis, penelitian ini dilakukan dengan mengolah data sekunder menggunakan rekam medis pasien dengan diagnosis Gangguan Bipolar, dengan cara penetapan consecutive sampling.Hasil: Dari penelusuran 96 rekam medis pasien dengan diagnosis ganguan afektif bipolar, mayoritas pasien diberikan politerapi atau terapi kombinasi sebanyak 81 (84,4%) pasien. Divalproex Na. adalah golongan mood stabilizer paling banyak diberikan dan di ikuti oleh pemberian lithium carbonate. Kesimpulan: Tidak Terdapat adanya perubahan dalam jenis obat yang diberikan, namun terdapat perubahan dalam pola peresepan terapi kombinasi yang diberikan.
Copyrights © 2020