Salah satu industri yang berkembang di Indonesia adalah industri elektroplating, akan tetapi elektroplating menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Krom merupakan salah satu logam berat yang terdapat pada limbah cair dari hasil elektroplating. Kromium dapat menyebabkan iritasi pada mata, tenggorokan, dan hidung, serta memiliki resiko tinggi sebagai penyebab kanker paru-aru. Kadar maksimum krom dalam limbah industri yang diperbolehkan adalah 0,25 mg/l. Oleh sebab itu, maka diperlukan sebuah usaha untuk mengurangi kadar krom dalam limbah hasil industri. Salah satu metode yang digunakan dalam mengurangi kadar limbah cair adalah dengan proses penyerapan dengan memanfaatkan lumpur lapindo sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya serap lumpur lapindo yang telah diaktivasi terhadap kadar logam krom. Aktivasi lumpur lapindo dilakukan secara kimia dengan menggunakan HCl dan NaOH dilanjutkan dengan aktivasi secara fisika dengan pemanasan pada suhu 800oC. Lumpur hasil aktivasi diuji dengan dengan variasi variabel jumlah massa (50, 75, 100, 125, dan 150 gram) dan waktu pengadukan adsorben (30, 90, 150 menit). Kadar logam hasil proses adsorpsi dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom (AAS). Hasil terbaik ditunjukkan oleh sampel 1 (berat adsorben 50 gram dengan lama pengadukan 30 menit) yang mampu menurunkan kadar krom dari menjadi 0.56 ppm (daya serap 97%).
Copyrights © 2019