Unit PLTA memanfaatkan turbin untuk mengkonversi energi kinetik air menjadi energi listrik. Arus alternatif yang terbentuk oleh turbin dikonversi oleh transformator menjadi arus bertegangan tinggi. Proses konversi ini disertai peningkatan suhu akibat hysteresis losses yang perlu diminimalisir menggunakan alat penukar panas berjenis heat exchanger type 1-1 shell and tube dengan aliran counter current. Analisis terhadap heat exchanger dapat dilakukan oleh laboratorium virtual Computational Fluid Dynamics yang terbilang praktis dan hemat biaya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis nilai transfer panas dalam heat exchanger pada berbagai suhu dan laju alir fluida panas masuk. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Fluent Ansys 2022 R2 dengan variabel bebas berupa laju alir (0,01; 0,5; 0,1 kg/s) dan suhu masuk fluida panas (383; 388; 393 K) serta variabel tetap berupa laju alir (0,8 kg/s) dan suhu fluida dingin masuk (293 K). Dari hasil analisis yang telah dilakukan, nilai transfer panas yang diberikan kepada fluida dingin akan semakin besar seiring dengan peningkatan laju alir dan suhu fluida panas masuk. Fluida panas dengan laju alir 0,1 kg/s dan suhu 393 K memberikan nilai transfer panas tertinggi sebesar 18974,27 W yang baik untuk mengoptimalkan kinerja alat penukar panas pada unit PLTA.
Copyrights © 2023