Air limbah yang dihasilkan dari industri gondorukem mengandung bahan - bahan pencemar yang sangat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan perairan. Upaya yang dilakukan dalam pengolahan air limbah industri gondorukem yaitu dengan mengolahnya dalam suatu Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menggunakan proses netralisasi dan diikuti proses aerasi dalam bak. Namun sistem pengolahan tersebut masih belum efektif karena belum adanya proses pengoalahan biologi, sedangkan air limbah banyak mengandung bahan-bahan pencemar organik. Salah satu usaha untuk menurunkan bahan bahan pencemar organik pada air limbah industri gondorukem adalah pengolahan air limbah menggunakan biofilter anaerob-aerob. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tinggal dan laju alir udara aerasi terhadap penurunan kosentrasi bahan pencemar dalam proses anaerob-aerob biofilter. Percobaan dilakukan dengan cara mengalirkan air limbah terpentin ke dalam reaktor anaerob-aerob biofilter yang berisi bakteri indigeneous anaerob dan aerob. Dengan melakukan perubahan - perubahan terhadap waktu tinggal 2,5 jam dan 3 jam serta laju alir udara aerasi 2,5 L/menit dan 5 L/menit selanjutnya mengukur konsentrasi bahan pencemar (BOD, COD, dan TDS) pada influent dan effluent maka akan diperoleh besarnya penurunan konsentrasinya. Penurunan kadar BOD,COD, dan TDS yang paling efektif yaitu pengolahan air limbah industri gondorukem dengan waktu tinggal 2,5 jam dan laju alir udara aerasi 5 L/menit dapat menurunkan kadar pencermar dengan % penurunan BOD 80,41%, COD 76,23%, dan TDS 50,51%.
Copyrights © 2023