Indonesia merupakan negara agraris sehingga aspek pertanian menjadi sangat penting dalam menjamin ketahanan pangan nasional. Permasalahan yang dihadapi dalam mendukung produksi pangan adalah minimnya ketersediaan pupuk pada saat musim tanam sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas tanaman pangan yang dihasilkan. Penggunaan pupuk kimia berlebih berdampak buruk bagi lingkungan dimana dapat mengakibatkan ketidakseimbangan unsur hara, struktur tanah menjadi rusak sehingga tingkat kesuburan tanah menurun. Penambahan kotoran sapi pada pembuatan pupuk organik padat berfungsi untuk meningkatkan unsur fosfor dan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kotoran sapi terhadap karakteristik pupuk organik padat. Bahan baku yang digunakan berupa sabut kelapa, jerami padi, kotoran sapi dan activator EM4. Penambahan kotoran sapi divariasikan 20%, 30%, 40%, 50% dan 60% dari 100 gram campuran jerami padi dan sabut kelapa. Jerami padi dan sabut kelapa sebagai bahan baku utama yang digunakan dengan perbandingan 1:1. Dilakukan pengamatan karakteristik pupuk organik padat meliputi kadar air, suhu, dan pH selama empat minggu. Hasil penelitian menunjukkan penambahan kotoran sapi terbaik pada variabel 30% dimana kadar air sebesar 22,84% , suhu produk 29 0C dan pH sebesar 7,37. Hasil tersebut telah sesuai dengan SNI 7763 : 2018 dimana standar kadar air ( 8 – 25%) dan pH (4 - 9).
Copyrights © 2024