Jurnal Ilmu Lingkungan
Vol 22, No 4 (2024): July 2024

Life Cycle Assesment pada Proses Distribusi BBM di PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Panjang

Reza Ismail Alqindy (Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pasca Sarjana, Universitas DIponegoro)
Suherman Suherman (Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)
Tri Retnaningsih Soeprobowati (Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Unoversitas Diponegoro)
Yusep Sopian (PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Panjang)



Article Info

Publish Date
07 Jun 2024

Abstract

PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Panjang mendistribusikan BBM sebesar 2.243.016,58 kiloliter (KL) pada tahun 2022. Dari proses distribusi BBM berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yaitu dampak pencemaran udara dimana proses distribusi BBM banyak memakai transportasi berbahan bakar fossil. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak lingkungan dari proses distribusi BBM PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Panjang menggunakan metode life cycle assesment (LCA) dengan ruang lingkup gate to gate dimulai dari proses penerimaan BBM hingga pendistibusian BBM. Metode penelitian ini mengacu pada SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017, analisis inventori, penilaian dampak, dan interpretasi. Penilaian dampak dilakukan menggunakan software  SimaPro 9.5.0 dengan metode CMIL IA Baseline dengan unit fungsi adalah 1 KL BBM. Kategori dampak yang dikaji pada penelitian ini yaitu kategori dampak utama berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu potensi pemanasan global, potensi penipisan ozon, potensi hujan asam, dan potensi eutrofikasi. Dari masing – masing potensi dampak, terdapat dua isu penting (hotspot) yaitu dari proses distribusi dari penggunaan solar yang menghasilkan nilai karaterisasi potensi pemanasan global sebesar 6,77E+00 kg CO2 ek/KL, potensi penipisan ozon sebesar 1,30E-07 Kg CFC-11 ek/KL, dan potensi hujan asam  sebesar 1,18E-02 Kg SO2 ek/KL. Untuk potensi eutrofikasi isu penting (hotspot) disebabkan oleh proses penyaluran dari penggunaan listrik dengan menghasilkan nilai dampak eutrofikasi sebesar 2,78E-03 Kg PO4 ek/KL. Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan adalah penggunaan transportasi ramah lingkungan dan melakukan gerakan hemat energi atau mengganti penggunaan listrik dari PLN dengan energi terbarukan seperti menggunakan panel surya.

Copyrights © 2024