Graffiti sebagai bentuk bentuk seni jalanan telah menjadi subjek penelitian yang penting dalam konteks seni-desain, budaya, dan masyarakat. Namun pemahaman mendalam akan graffiti sendiri belum banyak dilakukan. Penelitian kualitatif ini dilakukan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai graffiti yang fokus terhadap analisis visual pembentuk graffiti itu sendiri. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa terdapat tiga elemen visual utama dalam graffiti yaitu garis, bentuk, dan warna. Lebih lanjut secara teknis elemen garis memainkan peran signifikan dalam graffiti. Hal ini dikarenakan elemen garis mampu membentuk komposisi graffiti secara holistik dan estetik. Garis yang dihasilkan dalam graffiti turut ditentukan oleh penggunaan caps dan spray paint. Caps sebagai alat dalam graffiti mampu menciptakan garis yang membentuk komposisi graffiti secara unik, karena mampu memunculkan bentuk-bentuk serta efek artistik yang khas dari sebuah karya graffiti. Sementara graffiti sendiri terbagi atas beberapa jenis yaitu tag, throw-up, dan pieces. Dimana ketiga jenis graffiti ini umum ditemui di ruang publik. Ketiga jenis graffiti ini pun lebih lanjut membagi gaya graffiti kedalam bentuk architectonic style dan organic style. Architectonic style menjadi gaya yang kerap dianggap sebagai gaya paling logis dalam graffiti karena perspektif mata yang melihat graffiti ini diposisikan sepanjang girder. Sementara organic style kerap dianggap sebagai gaya graffiti yang bersifat ekspresionistik atau naif. Demikian hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai graffiti. Serta mampu berkontribusi pada pemahaman akan graffiti dari aspek visual yang dihadirkannya di ruang publik.
Copyrights © 2023