Amerta
Vol. 34 No. 1 (2016)

PAÑJI AND CANDRAKIRANA LOST IN SEPARATION – THREE ANCIENT EAST JAVANESE SCULPTURES

Lydia Kieven (The Department of Southeast Asian Studies, University Bonn, Germany)



Article Info

Publish Date
16 Jan 2024

Abstract

Abstrak. Pañji dan Candrakirana, Hilang karena Terpisah – Tiga Arca Kuno Periode Jawa Timur. Makalah ini membahas tiga arca, satu arca lelaki dan dua arca perempuan, yang berasal dari periode Jawa Timur (sekitar 1450 M). Arca lelaki yang biasa ditemukenali sebagai tokoh mitologis, yaitu Raden Pañji, dalam penggambaran aslinya didampingi oleh arca yang menggambarkan Putri Candrakirana sebagai pasangannya. Arca ini sudah hilang. Sebuah arca perempuan lain yang masih ada juga diyakini sebagai representasi Candrakirana. Berdasarkan metode ikonologi yang digunakan di dalam penelitian ini, tulisan ini membahas ikonografi, gaya dan perbandingan penggambaran tiga figur ini, serta mendiskusikan tempat pembuatan, asal-usulnya, dan kisah hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya terdapat dua pasang penggambaran Pañji dan Candrakirana, dan kemungkinan masih banyak lagi yang belum ditemukenali. Pemujaan Pañji dan Candrakirana sebagai semi-manusia dan semi-dewa adalah bagian religiusitas spesifik dalam zaman Majapahit. Kata Kunci: Jawa Timur, Majapahit, Pañji, Candrakirana Abstract. This paper discusses three sculptures, a male and two female ones, dating to the East Javanese period (c. 1450 AD). The male image which is commonly identified as the depiction of the mythological Prince Pañji, originally was accompanied by a statue depicting his female counterpart Princess Candrakirana, this statue being lost today. Another female statue, still extant today, is argued to represent another depiction of Candrakirana. Based on the method of iconology, this study investigates the iconography, style, and the comparison of these images, and it raises questions of workshops, provenance and life history. The conclusion suggests the existence of at least two pairs of sculptures depicting Pañji and Candrakirana, and possibly a larger – so far – unknown number. The cult of worshipping Pañji and Candrakirana as semidivine deities makes part of the specific religiosity during the Majapahit time. Keywords: East Java, Majapahit, Pañji, Candrakirana

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

amerta

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences

Description

Starting at Volume 40 Number 2 December 2022, AMERTA’s objective is to promote the wide dissemination of the results of systematic scholarly inquiries into the broad field of archaeological research in proto-history and history chronology themes in the Indonesian Archipelago. The primary, but not ...