Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Vol 3, No 1 (2024): June

Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat Lokal Di Kabupaten Raja Ampat, Papua

Pitojo Budiono (Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik, Universitas Lampung)
Fadela Yunika Sari (Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)
Christine Wulandari (Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung)
Novelina Tampubolon (Program Studi Ekowisata, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua)



Article Info

Publish Date
29 Jun 2024

Abstract

Desa wisata dinyatakan sebagai desa yang memiliki potensi untuk menampilkan keunikan daya tarik wisata yang khas. Berbagai upaya dalam mendorong terwujudnya sektor pariwisata berkelanjutan yang memperhatikan potensi yang dimiliki desa. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal. Pengembangan desa tersebut bisa dilakukan melalui pembinaan generasi mudanya, missal melalui mahasiswa. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tangga 2-7 November 2023 ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa Program Studi Ekowisata, Universitas Papua mengenai peran serta kontribusi masyarakat lokal dalam pengembangan desa wisata. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta PKM sebanyak 22 orang adalah Mahasiswa Program Studi Ekowisata, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua. Hasil PKM menunjukkan bahwa pengetahuan peserta terkait pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal masih rendah. Pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengembangan desa wisata berbasis masyarakat lokal meningkat setelah diberikan materi oleh tim dosen Ilmu Pemerintahan dan Kehutanan. Dengan nilai persentase pre-test sebesar 42,27% dan post-test sebesar 93,64%, dapat diketahui bahwa kegiatan PKM berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat secara substansial. Nilai persentase perubahan peningkatan menegaskan dampak positif yang diberikan oleh kegiatan ini, karena skor yang tertinggi adalah adanya pemahaman masyarakat terhadap potensi pasar wisata.

Copyrights © 2024