Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan
Vol 3, No 1 (2024): June

Workshop Pemanfaatan Media Sosial Facebook dan Instagram untuk Pemasaran Madu Klanceng di Desa Banding Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan

Erlina Rufaidah (Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Bandar Lampung)
Derra Adisetya Pratama (Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Bandar Lampung)
Surnayanti Surnayanti (Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Bandar Lampung)
Refi Arioen (Jurusan Manajemen, Program Studi Manajemen, Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai. Bandar Lampung)
Kris Ari Suryandari (Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Lampung. Bandar Lampung)



Article Info

Publish Date
14 Jun 2024

Abstract

Keanekaragaman jenis tanaman di indonesia menjadikan indonesia cocok dibudidaya lebah madu. Hampir setiap kabupaten di provinsi Lampung memiliki peternakan madu, salah satu jenis lebah madu yang budidayakan adalah madu klanceng (Trigona sp). Desa Banding terletak di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan merupakan salah satu desa yang sebagian besar masyarakatnya budidaya madu klanceng, tetapi dalam peternakan madu klanceng ada beberapa masalah namun masalah utama adalah kurangnya promosi produk yang dihasilkan. Masyarakat Desa Banding masih melakukan pemasaran madu klanceng langsung ke konsumen sehingga tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mempromosikan madu klanceng melalui penggunaan media sosial facebook dan instagram. Jumlah peserta pelatih adalah tiga puluh orang, masing-masing dari peternak madu klanceng.  Pada kegiatan PKM ini di awali dengan evaluasi awal, berdasarkan hasil evaluasi awal terdapat 55% responden sudah menggunakan media facebook dan 30%  responden sudah menggunakan media instagram. Setelah dilakukan kegiatan evalusai awal selanjutnya kegiatan workshop pemanfaatan media sosial. Sebelum kegiatan penutup dilakukan evaluasi akhir dengan tujuan untuk mengetahui keberhasin kegiatan PKM. Berdasarkan evaluasi akhir kegiatan, penggunaan facebook meningkat 80% dan instagram meningkat 70%.

Copyrights © 2024