Pendahuluan: Penyakit kardiometabolik telah menjadi penyakit umum masyarakat Indonesia dan juga global. Terdapat beberapa program diet yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kardiometabolik, salah satu yang paling popular ialah diet ketogenik (DK). Berbagai literatur menunjukkan potensi efektif DK dalam menurunkan berat badan dan kadar gula pasien kardiometabolik. Akan tetapi, beberapa laporan lainnya juga menunjukkan DK dapat menimbulkan gangguan hipoglemia dan hiperkolesterol pada pasien tersebut. Tinjuan pustaka ini dibuat untuk memaparkan secara luas manfaat dan risiko DK terhadap manajemen dan peningkatan kualitas hidup pasien kardiometabolik. Pembahasan: DK merupakan pengaturan pola makan dengan kadar karbohidrat sangat rendah, tetapi dengan kandungan lemak tinggi. Dalam manajemen obesitas, DK terbukti efektif dalam menurunkan berat badan dan kandungan lemak tubuh. Terkait diabetes melitus, beberapa studi menyatakan DK terbuktif efektif dalam mengontrol kadar glikemik tubuh bahkan ketika dibandingan dengan diet hipokalori standar. DK juga terbuktif efektif dalam pencegahan penyakit jantung melalui kontrol kandungan lemak total, glikemik, dan indeks massa tubuh (IMT). Beberapa laporan menyatakan DK mampu menimbulkan efek samping di antaranya ketoasidosis, hipoglikemia, dan dislipidemia. Belum terdapat laporan pasti yang menyatakan relasi peningkatan kadar lemak tidak jenuh akibat DK dengan risiko kardiovaskular. Simpulan: DK dapat menjadi pilihan manajemen beberapa penyakit kardiometabolik. Namun, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menentukan kadar aman konsumsi serta risiko-risiko lain yang mungkin ditimbulkan dari program DK
Copyrights © 2024