Remaja putri mengalami menstruasi yang dapat menyebabkan terjadinya Pre menstrual Syndrome (PMS). Kejadian PMS ditemukan sebanyak 95 %, dengan tingkat PMS sedang hingga berat sebesar 3,9 %. PMS mengakibatkan menurunnya konsentrasi dalam belajar dan mengganggu remaja dalam pencapaian prestasi belajar. Kalsium, kalium, vitamin C dilaporkan menjadi faktor yang berpengaruh pada penurunan PMS.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian puding daun kelor dan jagung manis terhadap premenstrual syndrom pada remaja puteri. Desain penelitian adalah quasi eksperimen dengan menggunakan model kontrol grup, kelompok perlakuan diberi puding daun kelor dan jagung sebanyak ¼ bagian setiap hari sejak hari ke-14 menstruasi, kelompok kontrol diberi edukasi konsumsi sayur hijau. Waktu penelitian dilakukan pada tahun 2021. Populasi dan sampel penelitian remaja PMS berjumlah 30 orang setiap kelompok perlakuan dan kontrol, dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penilaian gejala PMS. Analisis bivariate menggunakan uji T dependen dan uji T independent. Hasil analisis uji T dependen nilai p-value 0,036 artinya ada perbedaan yang signifikan penurunan gejala PMS antara kelompok yang diberikan puding dan tidak diberikan puding. Hasil uji T dependen dengan nilai p 0,001 artinya ada perbedaan yang signifikan penurunan gejala PMS antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan pudding. Disarankan untuk meningkatan program kualitas hidup remaja melalui promosi Kesehatan untuk penurunan gejala PMS.
Copyrights © 2024