Pengabdian ini merespon permasalahan serius pengelolaan sampah di SMP Negeri 13 Palu, botol bekas air mineral dan kemasan makanan berserakan, menciptakan lingkungan yang tidak bersih dan kurang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Siswa-siswi belum mengoptimalkan pengelolaan sampah, menyebabkan barang-barang bekas menjadi limbah. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di sekolah melalui kreativitas dalam mengolah barang-barang bekas menjadi media pembelajaran IPA. Metode pemecahan dilakukan melalui dua tahap pelatihan, melibatkan guru dan siswa. Tahap pertama fokus pada pengenalan konsep pelestarian lingkungan hidup dan potensi barang bekas sebagai bahan media pembelajaran. Tahap kedua melibatkan penggunaan sampah organik sebagai bahan media pembelajaran. Hasil temuan saintifik mencakup peningkatan kesadaran lingkungan, kreativitas dalam pengelolaan sampah, dan penerapan konsep pembelajaran IPA. Pengabdian ini memberikan kontribusi positif pada pelestarian lingkungan hidup dan pendidikan berkelanjutan di SMP Negeri 13 Palu, dengan guru dan siswa aktif dalam mengelola sampah secara kreatif. Simpulan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah ini dapat dijadikan model bagi sekolah-sekolah lain untuk mengatasi permasalahan serupa dan mendorong perubahan positif dalam budaya sekolah terkait pelestarian lingkungan.
Copyrights © 2023