Nama dua Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diIndonesia teridentifikasi memicu terjadinya persepsi yang tumpang tindih atas pemahaman dan perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sehingga menghambat upaya perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, dan mengakibatkan upaya pemenuhan kebutuhan dasar hidup yang layak melalui program dan manfaat, tidak terpenuhi. Sehingga diperlukan strategi komunikasi sebagai upaya untuk menyampaikan informasi tersebut. Penelitian merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruktivis. Objek penelitian adalah BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Selatan, membahas terkait strategi marketing public relations dalam implementasi program dan manfaat pada peserta BPJS Ketenagakerjaan. Analisis data dilakukan dengan cara observasi, wawancara data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dari penelitian tersebut disampaikan bahwa Implementasi program dan manfaat jaminan sosial tenaga kerja pada peserta BPJS Ketenagakerjaan dapat didukung oleh strategi marketing public relations sehingga dapat mempengaruhi respon masyarakat terhadap kesadaran tentang Jaminan Sosial sebagai kebutuhan dasar untuk menjadi tindakan preventif terhadap resiko sosial bagi Tenaga Kerja, meminimalisir persepsi Masyarakat yang tumpang tindih terkait pemahaman dan perbedaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta meningkatkankan brand awerness Masyarakat sehingga dapat menunjang peningkatan universal coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Copyrights © 2024