Tujuan: Menyelidiki makna implisit dan makna implisit kompleks bahasa tuturan dan kaitannya dengan komunikasi interpersonal. Metodologi/Pendekatan: Data tuturan dikumpul dari tayangan tuturan Anne Ratna Mustika pada kasus gugatan cerainya dengan Dedi Mulyadi. Kajian berbentuk kualitatif ini mengaplikasikan teori semantik dengan kaedah inkuisitif yang menggabungkan data, teori, kognitif dan falsafah sehingga membawa kepada tafsiran. Analisis makna tuturan dilakukan terhadap data ujaran implisit yang disampaikan oleh Anne Ratna Mustika. Hasil: Hasil kajian mendapati tuturan yang mempunyai kaitan erat Bahasa kiasan yang digunakan Anne Ratna Mustika dengan Komunikasi interpersonalnya dengan kognisi dan semantik. Ketersiratan makna kecewa, pasrah, tak menyerah, berjuang, serta makna lainnya dapat ditelaah dan dikaitkandengan komunikasi interpersonal, kognisi dan semantik penuturnya. Pengkategorian mengikut medan makna juga membuktikan bahwa kiasan dapat memperlihatkan makna yang mendukung tafsiran. Berdasarkan pendekatan yang digunakan, kajian kiasan juga dapat membuktikan hubungan bahasa, penutur dan pemikiran. Kebaruan: Penelitian ini berkontribusi terhadap literatur mengenai makna implisit Bahasa kiasan dalam tuturan bahasa di Indonesia.
Copyrights © 2022