Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone
2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5

KEBAHAGIAAN WANITA PADA PERNIKAHAN MUDA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG

Sal Shabila Ayumas Puteri (Universitas Airlangga)



Article Info

Publish Date
17 Jul 2023

Abstract

AbstractThe psychological, mental, mental and physical dynamics experienced by early-late teens, aged 12-21 years, are very diverse and fluctuating, which is very likely to affect authentic happiness while running a household, sometimes it is not easy and faces many problems. A harmonious and happy home life certainly affects the pattern of future life. Happy married couples will affect the mindset, behavior, and lives of children. A child must grow and develop healthily and most importantly be free from stunting. The aim of this research was to determine the level of happiness of women in young marriages on the incidence of stunting. This research used quantitative methods cross sectional. Measurement of happiness used the Authentic Happiness Inventory questionnaire reference instrument owned by Martin Seligman by submitting 25 statements to 10 female respondents who were married at a young age in Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District. Measurement results got as many as 2 people with moderate authentic happiness and 8 people with high levels of authentic happiness. It is advisable to carry out cross-sector collaboration by carrying out promotive and preventive activities related to preventing early or too young marriage so that it does not have a long-term impact on child care patterns that can lead to stunting.  Keywords: Happiness; Marriage; Young Woman AbstrakDinamika psikologis, mental, dan fisik yang dialami remaja awal hingga akhir, antara usia 12 hingga 21 tahun, sangat beragam dan berfluktuasi, yang berpotensi mempengaruhi kebahagiaan sejati dalam rumah tangga yang terkadang menghadapi banyak kesulitan. Kehidupan rumah tangga pasca pernikahan yang harmonis dan bahagia tentu mempengaruhi pola kehidupan masa depan. Pasangan suami istri yang saling bahagia akan mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan anak. Seorang anak harus tumbuh dan berkembang dengan sehat dan yang terpenting terbebas dari stunting. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kebahagiaan wanita pada pernikahan muda terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Pengukuran kebahagiaan menggunakan referensi instrumen kuesioner Authentic Happiness Inventory milik Martin Seligman dengan mengajukan sebanyak25 pernyataan kepada 10 responden wanita yang telah menikah di usia muda di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil pengukuran didapatkan sebanyak 2 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik sedang dan 8 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik tinggi. Sebaiknya dilakukan kerjasama lintas sektor dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif terkait pencegahan pernikahan dini atau terlalu muda agar tidak berdampak panjang pada pola pengasuhan anak sehingga dapat menyebabkan stunting.Kata kunci: Kebahagiaan, Pernikahan, Wanita Usia Muda

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

sexophone

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Topik yang akan di bahas dalam seminar nasional SEXOPHONE 2024 yaitu: Subtema 1 : Mengungkap Ketimpangan Gender pada Kejadian Kekerasan dalam Pacaran sebagai Langkah untuk Mencapai SDG’s Point 5 Subtema 2 : Mengungkap Hubungan Tersembunyi antara Kekerasan dalam Pacaran, Eating Disorders, dan ...