Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara parsial dan simultan pengaruh inflasi, suku bunga, dan e-money terhadap jumlah uang beredar di Indonesia. Jumlah uang beredar yaitu nilai total uang yang dimiliki pada masyarakat. Pengendalian jumlah uang beredar dibutuhkan untuk mewujudkan kestabilan ekonomi. Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan jumlah uang beredar, seperti inflasi, suku bunga, dan e-money. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan memakai sumber data sekunder dari website resmi Badan Pusat Statistik dan Bank Indonesia yang berjumlah 108 sampel. Inflasi berpengaruh positif signifikan terhadap jumlah uang beredar. Suku Bunga berpengaruh negatif signifikan sedangkan E-Money berpengaruh positif signifikan terhadap jumlah uang beredar. E-money mayoritas mempengaruhi jumlah uang beredar dalam bentuk M2, dimana M2 termasuk M1 mencakup uang kartal serta uang giral. M2 mencakup uang kuasi (yalkni tabungan, deposito berjangka dalam rupiah dan valuta asing, serta giro pada bank-bank luar negeri), ditambah dengan surat-surat berharga milik swasta domestik yang dikeluarkan oleh sistem moneter. Hal ini disebabkan, lebih efisiennya menggunakan e-money dalam kegiatan perekonomian di jaman sekarang. Perkembangan Inflasi yang cenderung stabil setiap tahunnya dalam mempengaruhi jumlah uang beredar, didukung oleh kebijakan moneter yang mengimplementasikan Inflation Targeting Framework (ITF).
Copyrights © 2024