Latar Belakang: Data dari WHO rata-rata 50% atau kurang lebih 1 milyar anak di dunia berusia 12-17 tahun mengalami kekerasan fisik, seksual, emosional, serta penelantaran. Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat pada jangka waktu 9 tahun, yaitu mulai tahun 2011 hingga 2019 terdapat 37.381 perilaku kekerasan terhadap anak. Konsep diri salah atu prediktor yang paling penting dari perilaku bullying di kalangan remaja.Metode: Jenis penelitian kuantitaif dengan metode analitik korelasional menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling, sampel sebanyak 94 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat uji rank spearman.Hasil: Penelitian ini diketahui hampir setengahnya responden memiliki konsep diri kategori tinggi (41.5%) sedangkan hampir setengahnya responden memiliki perilaku bullying kategori sedang (39.4%). Hasil uji rank spearman diperoleh nilai p-value=0,000 <α =0,05 dengan r hitung = - 0.792.Kesimpulan: Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku bullying pada remaja di desa sangkanmulya kecamatan cigandamekar tahun 2023 dengan korelasi yang kuat. Artinya semakin tinggi konsep diri, maka semakin rendah perilaku bullying nya.
Copyrights © 2024