Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik Rusia-Ukraina terhadap ketahanan pangan di negara-negara Asia Tenggara. Sebelum konflik, ketahanan pangan di kawasan ini sudah dalam kondisi yang rentan, dengan prevalensi stunting yang tinggi dan dampak negatif dari pandemi COVID-19. Konflik Rusia-Ukraina memperburuk situasi ini melalui gangguan besar pada pasar pertanian global, peningkatan harga pangan dan energi, serta kekurangan pasokan pupuk dan biji-bijian. Indonesia, yang sangat bergantung pada impor gandum dari Ukraina, mengalami kenaikan harga bahan baku makanan yang signifikan, yang berdampak pada daya beli masyarakat dan meningkatkan risiko ketidakamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik ini memperparah kerentanan ketahanan pangan di Asia Tenggara, memperburuk kondisi yang sudah rentan akibat pandemi.
Copyrights © 2024