Pola hidup yang tidak sehat akan menyebabkan meningkatnya angka kejadian penyakit stroke. Menurut RISKESDAS 2018 prevalensi stroke 10,9 per 1000 penduduk. Asuhan yang diberikan pada pasien stroke bertujuan untuk mengembalikan kemampuan pasien paska stroke untuk melakukan ADL secara mandiri. Salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan ADL adalah dukungan keluarga yang meliputi dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan emosional dan dukungan instrumen/ dukungan tambahan. Desain dipilih pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 65 pasien, yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan secara statistic dengan analisa chi – square. Dari hasil uji statistika didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kemampuan pasien paska stroke dalam melakukan ADL di RSUP Persahabatan Jakarta dengan nilai p = 0,001. Oleh karena itu diperlukan peran perawat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya dukungan keluarga yang meliputu dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan emosional dan dukungan instrumen/ dukungan tambahan. Sehingga keluarga lebih terlibat dalam memberi dukungan kepada pasien paska stroke dalam melakukan ADL.Kata Kunci: Stroke, dukungan keluarga, kemampuan ADL
Copyrights © 2020