Masalah kesehatan reproduksi perempuan perlu mendapatkan perhatian yang serius. Salah satu permasalahan yang sering timbul terutama pada perempuan usia reproduksi adalah vulvovaginitis. Vulvovaginitis ditandai dengan rasa gatal, panas, nyeri, luka, dan keluarnya cairan dari organ reproduksi karena infeksi kuman, bakteri, atau jamur. Hal ini berkaitan dengan cuaca yang lembab di Indonesia sehingga mempermudah berkembangnya jamur pada organ reproduksi perempuan. Keparahan dapat terjadi apabila perempuan tidak mengetahui cara membersihkan area kewanitaannya yang sesuai. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan menstrual hygiene dengan upaya pencegahan vulvovaginitis pada perempuan usia reproduksi di DKI Jakarta. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional survey. Jumlah sampel 150 perempuan usia reproduksi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebar secara online menggunakan Google Form. Analisa data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rho. Pada studi ini didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara beberapa variabel dengan upaya pencegahan vulvovaginitis, seperti menstrual hygiene (p <0,05), pendidikan terakhir (p <0,05), dan suku (p <0,05). Hal ini dapat menjadi gambaran untuk strategi pemberian asuhan keperawatan untuk dapat meningkatkan perannya dalam memberi promkes yang berkesinambungan guna meningkatkan pencegahan terhadap vulvovaginitis.Kata kunci: Menstrual hygiene, perempuan, vulvovaginitis
Copyrights © 2020