Penelitian ini menganalisis wacana pada media sosial, dengan fokus khusus pada penggunaan bahasa di platform Twitter. Menggunakan metode analisis wacana kritis, studi ini mengeksplorasi bagaimana wacana dibentuk, dipertahankan, dan diperdebatkan dalam tweet. Data dikumpulkan dari sejumlah tweet yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu selama periode waktu tertentu untuk memastikan keberagaman topik dan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twitter tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai arena di mana kekuasaan, ideologi, dan identitas sosial dibangun dan dikontestasikan. Temuan utama mencakup pola-pola linguistik yang menunjukkan adanya hierarki kekuasaan, serta penggunaan metafora dan retorika yang memperkuat atau menantang norma-norma sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman tentang dinamika komunikasi di media sosial dan membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang peran bahasa dalam membentuk wacana digital.
Copyrights © 2024