Artikel ini membahas kontribusi KH. Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, dalam mengembangkan konsep Islam Nusantara yang menekankan nilai-nilai keislaman yang damai, toleran, dan berkeadilan sosial. Islam Nusantara yang diusung oleh Gus Dur adalah wujud Islam yang berakar dalam budaya lokal Indonesia, mampu beradaptasi dengan dinamika sosial, dan menerima keberagaman sebagai bagian dari kekayaan ajaran Islam. Gus Dur meyakini bahwa toleransi, pluralisme, dan keadilan sosial adalah esensi dari ajaran Islam yang sejati. Dalam implementasinya, Gus Dur mempromosikan nilai-nilai ini melalui pendidikan, terutama di pesantren, dan aktif dalam dialog antaragama untuk membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Namun, tantangan seperti radikalisme dan intoleransi masih mengancam keberagaman di Indonesia. Warisan pemikiran Gus Dur memberikan landasan kuat untuk memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang damai dan toleran, yang sangat relevan dalam menghadapi tantangan modern. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep Islam Nusantara yang dikembangkan oleh Gus Dur adalah aset berharga dalam membangun masa depan yang lebih harmonis dan damai bagi Indonesia.
Copyrights © 2024