Pandemi COVID-19 telah memaksa penerapan pembatasan pergerakan di beberapa negara ASEAN, bertepatan dengan kemunculan revolusi industri keempat (Industri 4.0), yang menekankan solusi digital, termasuk penggunaan Kecerdasan Buatan. Era ini menuntut peningkatan literasi digital, khususnya penting di wilayah yang sebelumnya dikenal memiliki tingkat literasi rendah, seperti yang dilaporkan dalam studi OECD tahun 2019. Untuk mengatasi hal ini, berbagai inovasi telah diterapkan di dalam industri media informasi dan komunikasi yang sangat terdampak selama pandemi. Salah satu yang menonjol adalah transisi dari format fisik ke digital untuk koran dan bahan bacaan lainnya, memudahkan akses tanpa batas fisik. Pendekatan ini juga telah diadopsi oleh institusi pendidikan, yang telah mengintegrasikan kode QR di lokasi strategis kampus untuk memajukan literasi digital di antara mahasiswa, staf, dan fakultas. Langkah-langkah ini tidak hanya mengurangi dampak dari pembatasan pergerakan, tetapi juga berpotensi merevolusi akses informasi dan sumber daya pendidikan, meletakkan dasar untuk keterlibatan digital berkelanjutan di dunia pasca-pandemi.
Copyrights © 2024